Tikus & Haji Kucing
Dulu ada satu tikus-tikus. Tikus ini punya tiga ekor anak. Anaknya ini masih kecil-kecil, masih merah-merah kasian. Mereka ini hidup senang. Setiap hari bisa dapat makanan karena Bundanya rajin cari makan.
Suatu hari Bundanya sakit keras, di Rumah sakit Bunda (RS Amalia Bontang). Ini Bundanya sudah tiga hari baring di tempat tidur. Dia panggil sudah anaknya : “ Cari kata dokter, Nak, biar bunda bisa lekas sembuh “
“ Bunda disini tidak ada dokter, yang ada Cuma ada Dukun, itupun Dukun Kucing “
“ Tidak apa-apa Nak. Saya dengar itu kucing sudah 3 kali naik haji, dan 4 kali umrah. Pasti sudah bertobat, Nak. Pigi panggil saja ! “
Ini ketiga anaknya nurut saja sama Bundanya. Tiga-tiganya pergi ke rumah Hi.Kucing. tenggggg ... teng..teng... (koq Gazoon). Pas sudah sampai di depan pintu, tok...tok...tok.... “ Assalalmu alaikum... “ bilang si anak tukus. “ waalaikum salam ... ngeongggg... “ terdengar dari dalam Hi Kucing menyahut. Pas Hi Kucing buka pintu, waaahh si Kucing girang sekali. “ Mari masuk ngeoooonggg “
“ Apa perlumu ngeonggg ? “ tanya Hi.Kucing
“ Saya ini bawa pesan, Bundaku sakit keras, Bundaku undang kita datang ke rumah barangkali bisa lihat-lihat dia. “ bilang tikus.
“ Oooo ya... ya... yayya ngeong, mari kita sekarang saja ke sana iat Bundamu “
Pergi sudah mereka ber-empat ... tengggg...teng..ten (koq Gazoon). Pas sudah sampai di rumah tikus, “Mana Bundamu... ngeongggg ? “ tanya kucing. “ di sana, Aji “ jawab kucing sambil menunjuk kelambu Bundanya tidur.
“ Anak-Anak, kaian tidak usah masuk, tungu di luar saja, biar saya saja yang periksa Bundamu. Janan tengok-tenok ke dalam, ngeongggg ...ya .. ?? ” bilang Kucing. tikus kecil ini nurut saja apa dibilang si kucing walau sebenarnya dia khawatir juga .... takut kalau dimakan
Ini Hi.Kucing sudah mulai dia persiapkan alan-alatnya. Ketiga tikus ini masih bisa dia dengar mereka bicara-bicara sama Bundanya. Lama... lamaaa bicara, langsun tiada suara lagi..... hening dari dalam kelambu. Lamaaa....alamaaaaa terdengar ‘kreuuukk...kreeuuukkk...kreuukkk’ dari dalam. Ini tikus tiga lansung baku pandang khawatir.
“ Aga pupu cando (apa kunya dukun) ? “ tanya tikus kecil ketakutan.
“ Pesse-Pessena Indo’mu iyehe, Lamarupe (jahe bundamu ini, monyong “ Jawab kucing.
Habis itu terdengar lagi ‘ kreuuukk...kreeuuukkk...kreuukkk’ dari dalam.
“ Aga si i pupu cando (apa lagi yang di kunya dukun) ? “ tanya lagi tikus ketakutan.
“ Likku’na Indo’mu iyehe, Labuajja (lengkuasnya bundamuini, Buaya“ jawab kucing kesal.
Karena curiga, tikus tiga ini ba tengok ke kelambu Bundanya, haaaa.... apa yang terjadi ?.. ... “ Masya Allah “ teriak tikus “ Habis Bundaaaaa, tingal Ekoooorrrr ...... “
Ditau Hi.Kucing makan Bundanyatikus sampai habis, langsung lncat kejar anak tiga itu ...
Sambil lari tikus tiga ini teriak “ Percuma saja sudah Hajji, ... tapi tiada tobat-tobatnya.... Dasar kucing.... yang namanya kucing tetap saja kucing, biar sudah 3 x haji, 4 x umrah ..... jangan dipercaya .... “ lariiii... lariii, tattumpu ki ponna alosi e, maddenne capu-capu’na, cappu’ni (ta toki di pohon pinag, gugur benang sarinya, habis sudah cerita.

0 komentar:
Posting Komentar